Kamis, 01 April 2010

SMK Informatika Wonosobo Kunjungi IT Telkom



Siswa SMK Informatika Wonosobo telah mengunjungi Institut Teknologi Telkom (IT Telkom), Senin (29/3). Kunjungan tersebut merupakan kunjungan pertama kalinya bagi SMK Informatika Wonosobo. Siswa diterima Kepala Bagian Sekretariat Institusi IT Telkom, Drs. Lilik Leksono dan Public Relation IT Telkom, Hetty Hidayati, S.Kom.,MT, di ruang Multimedia Gedung Learning Center.

“Tujuan kunjungan ini bukan piknik, melainkan untuk menimba ilmu. Usia sekolah kami baru 5 tahun. Tentu membutuhkan banyak masukan dari IT Telkom untuk keberlangsungan kami selanjutnya,” ujar Torifun, staf pengajar SMK Informatika yang saat itu mendampingi siswanya.

Sebelum kembali ke Wonosobo, siswa berkesempatan untuk mengunjungi perpustakaan IT Telkom.

Rabu, 31 Maret 2010

Pembukaan Kegiatan 20 Tahun YPT

Dalam rangka menyambut 20 tahun Yayasan Pendidikan Telkom, Selasa (30/03) lalu YPT Group mengadakan berbagai macam kegiatan seperti bakti sosial, seminar, training, serta olahraga. Bertempat di lapangan futsal BIKASOGA, bandung acara perdana yaitu pertandingan futsal antar institusi yang melibatkan seluruh jajaran pimpinan serta staf digelar.




Acara ini secara resmi dibuka oleh Ketua Panitia 20 tahun YPT, Listyo Dwi Harsono, Ir., MT dan Gunawan Harris. Dalam sambutannya Gunawan Harris mengatakan bahwa kegiatan ini semata-mata untuk lebih merekatkan hubungan personal antara sesama pegawai di lingkungan YPT group serta memajukan olahraga sebagai bagian dari hidup sehat. Sementara menurut Listyo acara 20 Tahun YPT ini akan lebih menekankan tentang peranan YPT yang memiliki 5 institusi pendidikan yang kesemuanya memang mendedikasikan diri pada dunia pendidikan.

“ Secara nyata YPT yang memiliki IT Telkom, IM Telkom, Poltek TELKOM, PDC, dan lembaga yang baru saja bergabung yaitu STISI Telkom mampu mengabdikan semuanya ke dalam kancah dunia pendidikan di Indonesia. Dengan acara ini kita harapkan lembaga yang ada di bawah YPT akan lebih dikenal masyarakat. “

Kunjungan The University of Auckland

Untuk menjembatani hubungan antara dunia pendidikan indonesia dan New Zeland, University of Auckland (http://www.auckland.ac.nz/uoa ) mengutus tiga orang perwakilannya untuk menjajaki kemungkinan kerjasama dengan beberapa universitas di Indonesia. Kali ini mereka berkesempatan untuk mengunjungi kampus IT Telkom. Rombongan yang dipimpin oleh DR Naresh Sighal BTech, MS, PhD, MRSNZ, associate professor dari University of Auckland langsung disambut oleh Rektor IT Telkom, Husni Amani Ir., MM., Msc dan beberapa jajaran pejabat dari bidang akademik seperti warek I, warek 2, serta para Dekan Fakultas.


Dalam presentasi yang disampaikan oleh kedua belah pihak terdapat beberapa topik yang kelak akan dibahas lebih lanjut seperti kemungkinan untuk mengadopsi penelitian dalam bidang teknis, pertukaran dan kunjungan staf dari masing-masing institusi serta penjajakan Dual Degree bagi mahasiswa dari kedua kampus tersebut.



Auckland yang terkenal sebagai kota pelayaran dunia memiliki daya tarik wisata kota pantai yang mampu menarik minat wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Di bidang pendidikan, University of Auckland yang dipimpin oleh Stuart N. McCutcheon memiliki jumlah mahasiswa lebih dari 38 ribu dan merupakan kampus terbaik di New Zealand.Kampus ini juga memiliki beberapa fasilitas penunjang pendidikan dan terkenal sebagai penghasil peneliti terbaik. Hingga tahun 2009, mereka sudah mendapatkan kuncuran dana penelitian hingga US$ 90 juta .

Kampus ini terbagi menjadi beberapa bagian yang tersebar di wilayah seperti Grafton, Epsom, Tamaki, dan Whangorei. University of Auckland sudah menjalin kerjasama dengan beberapa kampus di seluruh dunia dan tergabung sebagai anggota dari 2 organisasi yang mewadahi hubungan mereka yaitu Universitas 21 dan Association of Pacific Rim Universities.

Reported by David

Jumat, 26 Maret 2010

Workshop Nanosatellite 2010 Ulas Tuntas Teknologi Satelit Indonesia





Teknologi satelit di Indonesia masih dianggap tertinggal ketimbang negara-negara maju. Padahal sokongan teknologi satelit terhadap banyak sektor, seperti telekomunikasi, navigasi, kelautan, lingkungan hidup, eksplorasi sumber daya alam, serta peringatan dini bencana.


Laboratorium Antena Transmisi Telekomunikasi Institut Teknologi Telkom (IT Telkom) menyelenggarakan workshop Nanosatellite 2010. Acara berlangsung di Ruang Multimedia Gedung Learning Center IT Telkom, Jumat (26/3). Peserta terdiri dari para professional teknologi informasi (IT), kalangan akademisi, industri dan pemerintahan. Workshop memperkenalkan kepada peserta tentang Nanosatellite. Terselenggaranya Workshop Nanosatellite tentu tak lepas dari milestone pengembangan Nanosatellite di Indonesia. Pengembangan ini sudah dilakukan oleh beberapa perguruan tinggi di Indonesia yang tergabung dalam INSPIRE (Indonesian Nano Satellite Platform Initiative for Research and Education).

Workshop menghadirkan pakar satellite, diantaranya Dr. Arifin Nugroho (Asosiasi Satelite Indonesia), Dwi Hartanto, MSc (TU Delft), Dr. Gunawan Setyo Prabowo (LAPAN), Ir. Miftadi Sudjai, MSc.,MPhill (IT Telkom), Muhammad Asvial, PhD (Universitas Indonesia) dan Dr.Eng.Son Kuswadi (Staf Ahli Menteri Pendidikan Nasional, PENS-ITS).

“Nanosatellite bukan semata-mata mainan teknologi, melainkan bisa menjadi bisnis yang alhasil akan memajukan dunia persatelitan di Indonesia,” ujar Miftadi dalam presentasinya.

Keberadaan teknologi satelit memang vital. Baik di lingkungan riset akademik, pemerintahan dan industri telekomunikasi dan informatika.

“Crew life support, in-situ sampling, observasi dan transportasi, menjadi misi satelit secara umum, “ tambah Miftadi.

Pada workshop tersebut membahas beragam aspek Nanosatellite. Pada sesi ini, peserta diberikan penjelasan secara ringkas mengenai pentingnya Nanosatellite. Juga dipaparkan mengenai perkembangan teknologi terkini dan manfaat yang dapat diberikan bagi negara.

Selanjutnya, workshop membahas Rekayasa Misi dan Penentuan Payload. Ada berbagai payload yang dapat dimuati dalam Nanosatellite di Indonesia. Pada sesi ini juga dibahas mengenai regulasi-regulasi tentang Nanosatellite. Sementara ini Indonesia belum memiliki regulasi tentang Nanosatellite.

Pembahasan Nanosatellite lainnya dibahas lebih mendalam di workshop hari itu. Diantaranya mengenai perancangan arsitektur, OBC dan CDHS pada Nanosatellite, aspek-aspek peluncuran Nanosatellite serta aspek Nanosatellite bagi wahana pengajaran engineering.

Kamis, 25 Maret 2010

Prihatin Banjir, Mahasiswa Gelar Tenda Dapur Umum

Hujan deras terus mengguyur Kabupaten Bandung belakangan ini. Akibatnya, Sungai Citarum meluap dan menggenangi ribuan rumah penduduk di Baleendah, Dayeuhkolot dan Bojongsoang. Banjir juga merendam jalan yang menghubungkan Baleendah-Bojongsoang hingga setinggi lutut orang dewasa. Ribuan warga telah diungsikan ke tempat aman banjir, seperti mesjid dan koramil.


Keadaan tersebut spontan memprihatinkan. Untuk mengatasi kekurangan pasokan makanan bagi pengungsi, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Teknologi Telkom (IT Telkom), Korps Sukarela IT Telkom dan Pamalang Merah Indonesia, bersama-sama membuat dapur umum di halaman kampus IT Telkom. Di bawah tenda hijau beralaskan tikar mahasiswa menyiapkan makanan bagi warga pengungsi.



“Kegiatan dapur sudah berlangsung sejak Sabtu, (20/3). Kami bergotong royong memasak bagi warga pengungsi. Jumlahnya sebanyak dua kali sehari untuk makan pagi dan malam,” ungkap Andriatna Agung Kurniawan, mahasiswa Teknik Telekominikasi IT Telkom, saat dijumpai di dapur umum, Rabu (24/3).

Untuk distribusi makanan ke warga, ia terus melakukan koordinasi dengan posko banjir di Kecamatan. Sehingga terlansir warga mana saja yang membutuhkan pasokan makanan. Sementara ini, mahasiswa memasak untuk 1050 pengungsi di Dayeuhkolot.

“Workshop Turbo Boost Your Skill with The Magnificores 2010” di Tengah Iklim 3 D



Belum lama ini film Meraih Mimpi telah berhasil menuai kesuksesannya sebagai film animasi 3D pertama di Indonesia. Film yang diproduksi Infinite Frameworks (IFW) itu tentu turut memicu gairah para kreator 3D. Di tengah hangatnya iklim animasi 3D, Fakultas Informatika Institut Teknologi Telkom (IT Telkom) bersama Intel Indonesia Corporation (Intel) menyelenggarakan workshop Modelling 3 Dimensi. Acara berlangsung selama dua hari, Rabu-Kamis (24-25/3), di Gedung F Kampus IT Telkom. Workshop diikuti oleh 30 orang mahasiswa IT Telkom.


Tentang workshop, Agung Toto Wibowo, ST, MT, Fakultas Informatika, mengungkapkan,

“Workshop kali ini bertajuk Turbo Boost your skill with The Magnificores 2010. Selama dua hari, peserta diberikan materi keahlian 3D Modeling dan animasi. Peserta Workshop Modelling 3 Dimensi kali ini menggunakan aplikasi Blender,”

Jelasnya, pada workshop kali ini peserta dilatih membuat karakter 3D dengan menggunakan konsep T-Pose. Peserta diberikan modul dasar-dasar Blender hingga pembuatan 3D modeling dengan menggunakan Blender. Peserta juga diberikan pengetahuan tambahan tentang bagaimana membuat games dengan model polygon.Selanjutnya peserta juga dilatih membuat animasi dengan menggunakan dengan Blender.

Melirik potensi pasarnya, 3D animasi bakal menjadi bisnis besar yang menggeliat kreator-kreator muda. Makanya, Intel mendukung program workshop semacam ini. Dibenarkan Margaretha Nike, Marketing Communication Intel,



“Industri animasi, fotografi dan musik berkembang kian pesat. Khusus 3D, Indonesia masih membutuhkan sumber daya manusianya. Tidak hanya film, 3D Animasi juga bisa diimplementasikan dalam pembuatan games dan iklan komersil. Tentu menjadi nilai tambah bagi mahasiswa sendiri karena mereka menjadi lebih siap untuk bekerja dan berkreativitas,” jelasnya.

Rabu, 24 Maret 2010

Kunjungan Persahabatan BINUS ke IT Telkom


Kalau selama ini institusi dan fakultas melulu yang kedatangan tamu, kini giliran Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HMIF) Institut Teknologi Telkom (IT Telkom) yang mendapat kunjungan persahabatan. Kunjungan itu datang 70 mahasiswa Binus University. Saat menyambutnya, HMIF didampingi oleh Kepala Bagian Sekretariat Institusi IT Telkom, Drs. Lilik Leksono. Pertemuan itu berlangsung di Ruang Multimedia Learning Center, Rabu (24/3).




Pada kesempatan tersebut, Ketua HMIF IT Telkom, Sukma Aji Triatmojo berbagi cerita tentang pengalaman HMIF dalam mengelola organisasinya. Disebutkannya pula beberapa program-program HMIF dalam jangka pendek, menengah dan panjang. Pertemuan mahasiswa dari dua perguruan tinggi yang berbeda ini kemudian dimantapkan dengan diskusi antar keduanya.

Suasana pertemuan berlangsung hangat. Pertemuan mereka semakin akrab saat diskusi diselingi permainan-permainan kocak ‘ala mahasiswa.

Alumni Siap Lirik BTP



Boleh jadi kedatangan Muhammad James Falaludin menemui Penanggung Jawab Bandung Techno Park, Ir. Jangkung Raharjo, MT di Institut Teknologi Telkom (IT Telkom) Februari lalu, menjadi pertanda alumni IT Telkom mulai melirik Bandung Techno Park (BTP).


Ternyata alumni Sekolah Tinggi Teknologi Telkom (STT Telkom) yang kini menjadi CEO PT. Codephile Rekadaya Mandiri itu pun mengakuinya,

“Agar alumni lebih aktif di IT Telkom maka perlu dilibatkan menjadi bagian dari BTP. Mungkin melalui BTP dan dukungan dari pemerintah dapat membuka akses alumni untuk mengembangkan bisnis. Tentunya sesuai dengan kapasiatas alumni sebagai mitra BTP,” ujar James.

Jelasnya, pertemuan penjajakan keinginan alumni ini memang baru dua kali. Namun dengan adanya dukungan dari pemerintah bisa jadi jaminan. Sesuai dengan konsep BTP yang mengarah pada kewirausahaan, maka pertemuan tersebut juga turut mengundang para pengusaha di kalangan alumni.

“Alumni sendiri sudah cukup berpengalaman beberapa tahun di ladang bisnis. Dari pengalaman tersebut, dimana BTP akan meletakan posisinya,” ujar Ketua Bidang Pemberdayaan Alumni FAST (Forum Alumni STT Telkom) ini.

Bahkan, tambahnya, alumni bisa menjadi mitra dalam hal apa pun. Dalam menjalankan usahanya beberapa alumni sudah memiliki customer based sehingga lebih menguasai pasar. Bisa saja sebagian pasarnya dilempar ke BTP.

“Atau mungkin saja kami bisa menjadi fasilitator bagi calon-calon pengusaha,” ujarnya memberikan alternatif.



Antara alumni dan BTP memang masih pada tahap wancana awal. Pengusaha di kalangan alumni masih melihat apa yang ditawarkan BTP kepada industri kecil menengah (IKM). Namun lebih jauh lagi, inilah saatnya alumni berkontribusi kepada IT Telkom. Yakni, menjadi bagian dari BTP.

Selasa, 23 Maret 2010

Hadapi Penjurusan, Siswa SMAN 31 Kunjungi IT Telkom


Bagi siswa SMA, menghadapi masa penentuan jurusan memang membingungkan. Salah mengambil keputusan akan berpengaruh pada masa depan mereka. Justru pengenalan terhadap perguruan tinggi akan lebih membantu mereka dalam menentukan pilihan hendak kemanakah mereka akan menambatkan cita-citanya.


Hal serupa dialami oleh delapan orang remaja yang mengaku berstatus siswa SMAN 31 Jakarta. Mereka adalah Caturia, Fian, Bilal, Iwa, Respati, Vina, Yudhi dan Yuninta. Selasa pagi (23/3), mereka mengunjungi Institut Teknologi Telkom (IT Telkom). Mereka ingin mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai IT Telkom. Mengobati keingintahuan itu, mereka pun menemui Public Relation IT Telkom, Hetty Hidayati, S.Kom.,MT. Usai bertemu Hetty, mereka mengunjungi Learning Center IT Telkom.

Studi Banding IAIN Antasari

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari mengadakan studi banding ke Institut Teknologi Telkom (IT Telkom), Jumat (19/3). Pada kesempatan tersebut, IAIN Antasari usulkan kerjasama dengan Institut Teknologi Telkom (IT Telkom). Usul itu disampaikan Kepala Bagian Tata Usaha IAIN Antasari, Drs. M. Hasby, pada kesempatannya mengunjungi IT Telkom, Jumat (19/3).


“Pada dasarnya, IT Telkom punya banyak potensi yang tidak dimiliki IAIN Antasari. Begitu pun sebaliknya, IAIN juga punya potensi yang tidak dimiliki IT Telkom,”
Usulnya, IT Telkom dan IAIN Antasari bisa saling berbagi untuk melengkapi potensi yang belum dimiliki. Ia menilai jika kerjasama itu terjadi maka akan saling menguntungkan apalagi hingga terangkum dalam MOU. Ia berharap potensi yang berbeda ini bisa bersinergi dalam kerjasama yang rapi untuk jangka panjang. Jika memungkinkan kerjasama di bidang informatika.

“Tentunya, IT Telkom punya potensi lebih banyak. Dengan demikian, IT Telkom bisa share potensi pada kami. Mungkin saja bisa di sinergikan dengan potensi kami,” paparnya.

IAIN Antasari berlokasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani KM 4.5 Banjarmasin. Kendati di batasi laut, IAIN Antasari tidak pernah ketinggalan kabar tentang perkembangan IT Telkom yang berada di Bandung, Jawa Barat. Hasby mengaku, ia mendengar kabar tentang IT Telkom melalui teman sesama akademisi.

“Ada seorang teman akademisi yang menyarankan kami untuk studi banding ke IT Telkom. Karena menurutnya IT Telkom memiliki debut yang bagus di bidang TIK. Nama IT Telkom terkenal di Kalimantan,”



Maka, bersilaturahmilah IAIN Antasari ke IT Telkom dengan maksud untuk perbincangkan topik-topik yang bernuansa akademik. Saat itu Hasby ditemani Dekan Fakultas Dakwah IAIN Antasari, Dr. H. Mukhyar Sani, MA. Mereka diterima oleh Rektor IT Telkom, Ir. Husni Amani, MM.,MSc, Wakil Rektor bidang Umum, Hendratno, SE.,AKt, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Ir. Imam Haryono, MBAT, Direktur Dukungan Akademik Drs. Suwandi, MSi, Ketua Program Studi Teknik Informatika Adrian R, ST.,MT. dan Ketua Program D3 Teknik Informatika Niken Dwi Cahyani, ST.,MT. Pertemuan tersebut berlangsung di ruang rapat Rektorat IT Telkom. Hasby meyakinkan, hasil pertemuan akan diangkat ke forum rektor di IAIN Antasari.

“Semoga akan ada tindak lanjut usai pertemuan ini,” ujar Hasby, mengakhiri sesi wawancara saat itu.