
Herpin Dwijayanti (Mahasiswa Teknik Industri 2005)
Nekat Buka ‘Les-les’-an karena Kepiawaian

“Modal awal untuk mendirikan Hikari adalah kemampuan berbahasa Inggris dan Jepang. Sedangkan modal lainnya adalah keberaniaan,” ujar Herpin.
Dalam menjalankan bisnisnya, Herpin mengutamakan kepuasan dan kepercayaan konsumen. Agar dapat menjaga kualitas lembaga pendidikannya, ia dibantu guru-guru bahasa yang berpengelaman dalam meningkatkan sistem ajar.
“Di Hikari, kami adalah tim yang solid. Saya yakin tim yang solid akan membawa kami pada kesuksesan,” katanya.
Diceritakannya, Herpin pernah menjadi pengajar bahasa Inggris di salah satu lembaga kursus bahasa Inggris milik orang lan. Baginya pengalaman tersebut adalah pengalaman yang berharga sehingga akhirnya ia memutuskan untuk mendirikan Hikari. Selain Hikari, Herpin juga membuka usaha percetakan, Midori Café Printing.
Andrian (Mahasiswa Teknik Elektro 2006),
Ramaikan Kuliner Bandung dengan Makanan Khas Aceh

“Bisnis adalah hobi yang mengasikan sekaligus mendidik saya semakin mandiri,” ujar Andrian.
Senada Herpin Andrian juga yakin bahwa kunci keberhasilan dalam bisnis adalah keberanian dan keterampilan dalam manajemen, bukan sejumlah uang.
Uun Ainu Rofiq (Mahasiswa Teknik Telekomunikasi 2007)
Becak Creative, Antara Kreativitas dan 20 Ribu Rupiah

“Kepercayaan konsumen adalah kunci sukses dari setiap penjualan yang dilakukan oleh Becak Creative,” kata Uun. Dengan kepercayaan, Uun mengaku Becak Creative belum pernah mengalami kerugian hingga kini.
Menurutnya, banyak produk yang bisa di jual di Bandung. Becak Creative muncul sebagai salah satu usaha mandiri yang menjual berbagai suvenir. Selain menjual eceran, Becak Creative juga menjual dalam jumlah partai.
Firman Alfaritsi Ramadan (Mahasiswa Teknik Informatika 2006)
Susu Murni Siap Antar
Kalau Anda malas bangun pagi untuk membeli susu, jangan khawatir. Hubungi saja Firman melalui SMS atau telepon maka susu siap diantar sampai depan pintu rumah.
“Sifat malas konsumen juga bisa jadi ide bisnis,” lugas Firman.

“Dalam berwirausaha yang terpenting adalah keyakinan untuk memulainya,” kata Firman.
Baginya, tidak punya uang bukan alasan untuk tidak berwirausaha. Banyak jalan yang bisa ditempuh di antaranya menawarkan kerjasama dengan pihak lain, mengajak investor atau kerja dulu pada orang lain lalu uangnya bisa pakai buat modal.
Menginspirasi, semoga makin banyak rekan mahasiswa yang mengikutinya.
BalasHapusterima kasih
BalasHapus