“Yang dibutuhkan seorang sarjana bukan hanya kemampuan kognitif atau hardskill saja, melainkan juga kemampuan softskill. Dengan adanya TAK, mau tidak mau mahasiswa dirangsang untuk meningkatkan kemampuan softskill. Itulah sebab mengapa TAK jadi menarik,”

Diceritakannya, di UGM sendiri, penilaian aktivitas kemahasiswaan masih wancana. Sekarang UGM tengah mencoba untuk mengembangkan penilaian aktivitas kemahasiswaan tersebut.Harapnya, UGM dapat memperoleh gambaran dari IT Telkom mengenai bagaimana penerapan sistem TAK di kampusnya.

“Jika diterapkan di UGM, saya optimis TAK akan berpengaruh positif bagi perkembangan mahasiswa. Namun stigma ketidakyakinan orang tua akan pentingnya aktivitas kemahasiswaan rupanya akan menjadi kendala. Pasalnya, sementara ini orang tua mahasiswa cenderung mengharapkan anaknya supaya tetap fokus pada kuliah sedangkan ekstrakulikuler tidak begitu diindahkan,” papar Ridwan. Selain kepada mahasiswa, Ridwan merasa perlu melakukan sosialisasi juga kepada para orang tua. Sedangkan pada mahasiswa, sosialisasi penilaian aktivitas kemahasiswaan harus dilakukan sejak awal mereka masuk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar