Rabu, 03 Maret 2010

Vacancy Training : Profesional Dalam Bisnis

Alangkah baiknya jika setelah lulus nanti mahasiswa mampu berwirausaha secara profesional. Tentunya selain memberi kontribusi terhadap perekonomian negara, juga dapat menciptakan lapangan kerja. Pada acara Vacancy Training “Pengembangan Keprofesian” yang diselenggarakan oleh infocom Career Development Center (iCDC) di GSG Kampus IT Telkom, Selasa (2/3), Presiden Direktur DDF Asia, Abdul Hadi berbagi pengalamannya. Ia menyampaikan kiat-kiat menjadi berbisnis yang profesional dan handal.


“Ada tiga kunci utama untuk menjadi wirausaha professional, yakni bekerja maksimal, disiplin waktu, dan komitmen yang kuat,” kata Abdul.

Pengusaha yang telah lama malang melintang di dunia telekomunikasi ini membuka usaha kontraktor pembangunan tower. Tercatat beberapa perusahaan provider ternama di Indonesia telah menjadi relasinya.

Sebagai perusahaan kontraktor, ketiga poin tersebut menjadi modal utama untuk menjaga kepercayaan klien. Kata Abdul, bekerja maksimal sehingga menghasilkan produk yang sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan klien. Pekerjaannya harus selesai tepat waktu sesuai dengan komitmen awal.

“Persaingan bisnis mulai ketat. Maka, berikan layanan terbaik untuk mencapai tingkat kepuasan konsumen,” seru Abdul.

Kata Abdul, bisnis tidak berawal dari orientasi profit. Melainkan pengembangan profesionalitas dan pengalaman bisnis itu sendiri. Semakin banyak pengalaman bisnis maka percaya diri semakin tinggi. Pengalaman demi pengalaman yang dilalui seiring waktu berjalan akan memberikan pemahaman baru dan memunculkan inovasi solusi. Dengan demikian, seorang pebisnis matang akan mempunya keberanian dalam mengambil keputusan.

“Jadi, jangan takut memulai bisnis dan mulailah dengan keyakinan. Selama mengikuti aturan main dengan benar, maka di sana pasti ada jaalan,” pungkasnya.

1 komentar:

  1. Macam betul aja pak Hadi ini klo ngomong, gaji karyawan saja tidak di bayarkan

    BalasHapus